Yang Terbaik
Tadi malam, aku nangis. Bukan karena lagi putus cinta atau patah hati lho ya. :p
Tapi karena keinginan yang tertunda. Aku mau ikut daftar ujian tulis di Jogja, dan pendaftarannya udah dari bulan puasa, jadi udah hampir sebulan lebih dibuka dan hari ini terakhir. Sebelumnya, ayah aku nanya kenapa nggak ikut cabang lagi? Dalam hati aku, sebenarnya udah ada cadangan yang ingin aku coba ambil kesempatan itu, karena aku juga nggak mau berharap hanya dengan satu ujian saja, toh masih ada kesempatan yang udah terbuka lebar dan aku harus memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.
Dari bulan lalu aku udah coba ngomongin sekilas sih sama ayah aku, ketika ditanya persoalan cadangan, dan aku bilang kalau udah ada dan itu di Jogja, ayah aku langsung ngomong kalau itu terlalu jauh yang dekat-dekat saja, di Surabaya, Malang, Jember intinya masih daerah Jawa Timur karena aku berada di kampung halaman ayah ku. Dari situ aku cuma bisa diam, karena aku pikir masih sebulan lagi buat nanti diomongin kembali.
Setelah bulan puasa berlalu aku menundanya lantaran kondisi belum memungkinkan untuk didiskusikan, sedangkan penutupan pendaftaran udah semakin dekat, aku langsung memberanikan diri untuk ngobrol soal ujian kembali, baru tadi malam dengan rasa waswas dengan tegangnya aku. "Pa, kaka boleh ikut ujian tulis di Jogja??", diam sejenak. Ayah aku langsung bilang "boleh-boleh saja kaka ikut, silakan nggak ada yang ngelarang, hanya saja siapa yang bisa nemenin kaka disana? Ada yang di tuju disana apa tidak? Kok jauh-jauh mending cari yang disini, jangan jauh-jauh."
Dari situ aku cuma bisa berargumen sama hati aku doang, disangkanya aku ikut-ikutan saudara aku yang ingin tes di Jogja, aku bilang, aku nggak ikut-ikutan tapi karena kemauan aku sendiri. Kenapa aku pilih tes ujian tulis di Jogja? Karena perlakuan biayanya sama dengan ujian-ujian lain sebelumnya, dan aku juga udah ngecek di PTN tersebut bahwa biayanya nggak dibeda-bedain, tapi sama. Aku sendiri juga khawatir kalau biaya untuk beberapa ujian mandiri di PTN lainnya mahal, jelas cukup mahal dan bahkan ada yang mahal banget, kecuali bagi mereka yang nggak permasalhkan soal biaya. Dan aku pribadi permasalahkan hal itu, takut membebani orang tua aku meskipun setiap orang tua nggak merasa dibebani tapi aku sebagai anaknya nggak tega dengan kondisi orang tua aku sekarang, harusnya aku sebagai anak nggak boleh egois, tapi sikap aku ke mereka seolah-olah memaksa untuk kemauan aku dipenuhi, padahal orang tua aku terutama ayah aku udah berusaha memenihinya, karena setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Semalam aku nggak banyak ngomong, aku cuma bisa nangis sambil merenung dan menatap wajah ayah aku yang sedang tidur pulas lantaran kecapekan ngurusin pekerjaan beliau. Air mata yang dari tadi aku bendung akhirnya pecah, aku nangis tanpa ketahuan doi. Besok paginya ayah berangkat kerja, aku udah dulu bangun, saat mau berangkat kerja ayah langsung ngasih kartu atm-nya dan ngomong "Ini buat daftar," maksudnya untuk bayar biaya pendaftaran ujiannya. Aku cuma ngangguk, dan setelah itu ayah langsung berangkat. Disitu aku langsung nangis, wah nggak tau lagi mau di bilang baper, cengeng, banget malahan bikin aku termenung. Kenapa aku seegois ini sih? Kenapa apa yang aku mau aku paksakan untuk beliau penuhi? Padahal di balik itu semua, orang tua aku berusaha buat memenuhi apa yang aku inginkan, demi kebaikan aku, dan terutama buat menyenangkan aku. Aku merasa bersalah, semua yang ayah aku lakukan hanya untuk menyenangkan aku, beliau nggak mau lihat aku sedih, tapi aku sendiri egois, belum bisa memahami kondisi ayah aku sepenuhnya. Harusnya aku mengerti dan memahami keadaan ayah aku, tapi aku malah memaksakan kehendak aku sendiri. :(
Dan aku memutuskan untuk sekarang belum bisa ikut dalam ujian tulis tersebut, meskipun ayah aku udah mengizinkan, beliau ngelakuin apa aja demi yang terbaik buat anaknya, tapi di sisi lain beliau juga banyak pikiran. Dan aku nggak mau nambah beban pikiran beliau lagi, udah banyak banget aku bikin beliau pikiran. Mungkin ini yang terbaik. Aku percaya rezeki udah ada ALLAH yang ngatur, agak sedih nggak ikut ujian tulisnya, tapi bukan berarti aku marah dan down gitu aja, enggak. Karena di depan sana masih ada peluang kesempatan lainnya yang bisa aku manfaatkan dengan baik. Aku nggak boleh nyerah. Indah, lo pasti bisa!! Semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk orang tua aku, mereka yang aku sayangi dan menyayangi aku, dan menjadi manusia yang berguna juga bermanfaat untuk banyak orang.
AMIIN!!
If you can dream it, you can do it. ^^
-Walt Disney
Komentar
Posting Komentar